I.
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Jika sebuah gas diletakkan di dalam tabung
kemudian arus listrik dialirkan ke dalam tabung, gas akan memancarkan cahaya.
Cahaya yang dipancarkan oleh setiap gas berbeda-beda dan merupakan
karakterisktik gas tersebut. Cahaya dipancarkan dalam bentuk spektrum garis dan
bukan spektrum yang kontinu. Kenyataan bahwa gas memancarkan cahaya dalam
bentuk spektrum garis diyakini berkaitan erat dengan struktur atom. Dengan
demikian, spektrum garis atomic dapat digunakan untuk menguji kebenaran dari
sebuah model atom.
Atom hidrogen memiliki struktur paling sederhana yaitu memiliki satu
elektron, dan spektrum yang dihasilkan oleh atom hidrogen merupakan spektrum
paling sederhana dengan pola yang teratur. Oleh karena itu, spektrum hidrogen
dijadikan prototipe untuk mempelajari spektrum atom yang lebih rumit.
Untuk menghasilkan spektrum atom hidrogen digunakan gas hidrogen yang disimpan
dalam tabung dengan tekanan yang sangat rendah. Tabung sinar hidrogen adalah suatu
tabung tipis yang berisi gas hidrogen pada tekanan rendah dengan elektroda pada
tiap-tiap ujungnya. Jika tegangan tinggi dilewatkan pada tabung tersebut maka molekul-molekul gas hidrogen terurai menjadi atom-atom hidrogen dan
memancarkan energi foton atau cahaya dan akan menghasilkan sinar berwarna
merah muda yang terang. Garis-garis pada spektrum emisi hidrogen membentuk pola
yang umum dan dapat ditunjukkan dengan persamaan yang relatif sederhana.
Masing-masing garis dapat dihitung dari kombinasi angka-angka sederhana.
Molekul
hidrogen awalnya pecah menjadi atom-atom hidrogen dan elektron kemudian
berpindah ke tingkat energi yang lebih tinggi. Misalkan suatu elektron
tereksitesi ke tingkat energi ketiga. Elektron akan cenderung melepaskan energi
lagi dengan kembali ke tingkat yang lebih rendah. Jika suatu elektron turun
dari tingkat-3 ke tingkat-2, akan melepaskan energi yang sama dengan beda
energi antara dua tingkat tersebut. Energi yang diperoleh dari lepasnya
elektron ini muncul sebagai sinar dimana "sinar" tersebut termasuk
dalam daerah UV dan IR juga tampak (visible).
Jika suatu elektron turun dari tingkat-3 ke tingkat-2, tampak sinar merah.
Inilah asal-usul garis merah pada spektrum hidrogen. Ketika kita melakukan hal
yang sama untuk lompatan menurun ke tingkat 2, kita akan mendapatkan garis dari
deret Balmer.
Dalam
rentang terlihat dari spektrum atom hidrogen, tiga baris dapat diamati. Jarak
mereka menurun dengan panjang gelombang. Dimulai dengan frekuensi terkecil dan
panjang gelombang terbesar, dengan Hα,
, Hß, dan Hγ.
1.2 Tujuan Percobaan
Adapun
tujuan pada percobaan ini adalah:
1. Mahasiswa
dapat menetukan panjang gelombang Hα, Hβ, Hγ
dari deret Balmer hidrogen.
2. Mahasiswa
dapat membandingkan dengan data teori
Tidak ada komentar:
Posting Komentar