Minggu, 29 Mei 2016

Pendahuluan Deret Balmer

I.                   PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Jika sebuah gas diletakkan di dalam tabung kemudian arus listrik dialirkan ke dalam tabung, gas akan memancarkan cahaya. Cahaya yang dipancarkan oleh setiap gas berbeda-beda dan merupakan karakterisktik gas tersebut. Cahaya dipancarkan dalam bentuk spektrum garis dan bukan spektrum yang kontinu. Kenyataan bahwa gas memancarkan cahaya dalam bentuk spektrum garis diyakini berkaitan erat dengan struktur atom. Dengan demikian, spektrum garis atomic dapat digunakan untuk menguji kebenaran dari sebuah model atom.

Atom hidrogen memiliki struktur paling sederhana yaitu memiliki satu elektron, dan spektrum yang dihasilkan oleh atom hidrogen merupakan spektrum paling sederhana dengan pola yang teratur. Oleh karena itu, spektrum hidrogen dijadikan prototipe untuk mempelajari spektrum atom yang lebih rumit. Untuk menghasilkan spektrum atom hidrogen digunakan gas hidrogen yang disimpan dalam tabung dengan tekanan yang sangat rendah. Tabung sinar hidrogen adalah suatu tabung tipis yang berisi gas hidrogen pada tekanan rendah dengan elektroda pada tiap-tiap ujungnya. Jika tegangan tinggi dilewatkan pada tabung tersebut maka molekul-molekul gas hidrogen terurai menjadi atom-atom hidrogen dan memancarkan energi foton atau cahaya dan akan menghasilkan sinar berwarna merah muda yang terang. Garis-garis pada spektrum emisi hidrogen membentuk pola yang umum dan dapat ditunjukkan dengan persamaan yang relatif sederhana. Masing-masing garis dapat dihitung dari kombinasi angka-angka sederhana.

Molekul hidrogen awalnya pecah menjadi atom-atom hidrogen dan elektron kemudian berpindah ke tingkat energi yang lebih tinggi. Misalkan suatu elektron tereksitesi ke tingkat energi ketiga. Elektron akan cenderung melepaskan energi lagi dengan kembali ke tingkat yang lebih rendah. Jika suatu elektron turun dari tingkat-3 ke tingkat-2, akan melepaskan energi yang sama dengan beda energi antara dua tingkat tersebut. Energi yang diperoleh dari lepasnya elektron ini muncul sebagai sinar dimana "sinar" tersebut termasuk dalam daerah UV dan IR juga tampak (visible). Jika suatu elektron turun dari tingkat-3 ke tingkat-2, tampak sinar merah. Inilah asal-usul garis merah pada spektrum hidrogen. Ketika kita melakukan hal yang sama untuk lompatan menurun ke tingkat 2, kita akan mendapatkan garis dari deret Balmer.

Dalam rentang terlihat dari spektrum atom hidrogen, tiga baris dapat diamati. Jarak mereka menurun dengan panjang gelombang. Dimulai dengan frekuensi terkecil dan panjang gelombang terbesar, dengan Hα, , Hß, dan Hγ.

1.2    Tujuan Percobaan
Adapun tujuan pada percobaan ini adalah:
1.      Mahasiswa dapat menetukan panjang gelombang Hα, Hβ, Hγ dari deret Balmer hidrogen.
2.      Mahasiswa dapat membandingkan dengan data teori





Tidak ada komentar:

Posting Komentar